Amna Al Qubaisi Bicara Self-Care dan Beauty di Arena Balap


  • Amna Al Qubaisi Bicara Self-Care dan Beauty di Arena Balap
    Foto: Dok. Wardah

    Dunia motorsport dan beauty mungkin terlihat seperti dua semesta yang berbeda. Namun di Wardah Lip Paddock yang digelar di Senayan City, keduanya menyatu dalam satu pengalaman yang tak biasa. Melalui campaign Own Your Finish, Wardah menghadirkan pengalaman interaktif yang memadukan energi balap dengan inovasi kecantikan, sekaligus mempertemukan pengunjung dengan Global Face of Wardah, Amna Al Qubaisi.






    Di Wardah Lip Paddock, dunia balap diterjemahkan ke dalam pengalaman beauty yang lebih interaktif, menghadirkan area seperti Racer Studio dengan simulator balap, Endurance Lounge untuk menguji ketahanan lip product terhadap makanan, hingga Shade Pit Stop dengan teknologi Beauty AI untuk menemukan warna paling sesuai. Elemen-elemen ini membuat pesan Own Your Finish terasa lebih dekat: bahwa kepercayaan diri juga tentang menemukan cara untuk tetap nyaman, siap, dan menjadi diri sendiri di tengah aktivitas yang intens.



    Bagi Amna, menghadiri langsung Wardah Lip Paddock setelah lap balap Porsche Carrera Cup 2026 di Fuji International Circuit beberapa waktu lalu merupakan momen yang spesial dan emosional. Ia hadir dan bisa bertemu langsung dengan perempuan-perempuan dari berbagai komunitas, tidak hanya pecinta balap, tetapi juga beauty dan lifestyle. Perempuan Indonesia menyambut sosok Amna Al Qubaisi bukan hanya sebagai pembalap, tetapi simbol keberanian.




    Berikut obrolan eksklusif Her World Indonesia bersama Amna Al Qubaisi.

    Q: Sebagai pembalap internasional dengan rutinitas dinamis dan paparan lingkungan ekstrem, bagaimana kamu menjaga rasa percaya diri dan tetap terlihat polished sepanjang hari?

    Saya selalu memprioritaskan self-care sebelum apa pun. Ketika prioritas utama sudah selaras, semua hal lain akan mengikuti dengan sendirinya. Semuanya terasa lebih natural ketika kita menempatkan diri sendiri sebagai prioritas.


    Q: Banyak orang melihat glamornya podium, tapi tidak melihat intensitas di balik paddock. Bisa ceritakan rutinitas race day kamu dan di mana beauty routine masuk di jadwal itu?

    Saya selalu bangun satu jam lebih awal supaya tidak merasa terburu-buru dan tetap rileks. Saya mencuci wajah, sikat gigi, makeup. Lalu saat di track saya memilih duduk sendiri untuk masuk ke dalam zona fokus. Saya stretching sambil mendengarkan musik yang membuat saya semangat sebelum akhirnya masuk ke mobil balap.


    Q: Wardah menghadirkan inovasi lip product yang long-lasting dan effortless. Dengan gaya hidup seintens kamu, kualitas apa yang paling kamu hargai dari sebuah lip product?

    Saya menghargai bagaimana produk itu benar-benar bisa beradaptasi dengan gaya hidup saya di dalam mobil balap. Transferproof dan long-lasting adalah hal yang sangat penting, karena itu benar-benar sesuai dengan kebutuhan atlet di situasi ekstrem.


    Q: Aktivitas di Wardah Lip Paddock menghadirkan energi racing ke dalam ruang beauty. Apa momen paling berkesan bagimu dan bagaimana kamu melihat koneksi antara racing dan beauty?

    Momen paling berkesan adalah melihat begitu banyak orang datang untuk mendukung perempuan di bidang yang dianggap maskulin. Saya hampir menangis karena dukungan itu sangat berarti. Saya melihat beauty di racing, di olahraga, di pekerjaan, di seni. Beauty dan strength berjalan di garis yang sama, seolah ada keindahan dalam kecepatan dan kekuatan.


    Q: Sebagai perempuan di bidang olahraga yang didominasi laki-laki, bagaimana kamu melihat filosofi pribadimu selaras dengan semangat inovasi Wardah untuk perempuan aktif?

    Saya percaya Wardah memahami bahwa setiap orang punya gaya hidup berbeda. Mereka menciptakan produk yang bisa beradaptasi dengan semua itu. Dan filosofi women supporting women yang mereka miliki terasa sangat nyata.




    Wardah Lip Paddock menghadirkan area seperti Racer Studio dengan simulator balap, Endurance Lounge untuk menguji ketahanan lip product terhadap makanan, hingga Shade Pit Stop dengan teknologi Beauty AI untuk menemukan warna paling sesuai. Semua ini mempertegas pesan bahwa lipstik bukan lagi sekadar estetika, melainkan bagian dari performa diri.  

    Melalui sosok Amna Al Qubaisi, Wardah menunjukkan bahwa kepercayaan diri perempuan tidak lahir dari ruang nyaman, tetapi dari keberanian menaklukkan ruang yang menantang. Di sinilah beauty bertemu dengan endurance dan lipstik menjadi simbol ketahanan yang sesungguhnya.

    Pada akhirnya, Own Your Finish bukan hanya tentang mencapai garis akhir, tetapi tentang keberanian menentukan ritme, menjaga rasa percaya diri, dan merayakan setiap proses menuju versi diri yang lebih kuat.





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below