-
Berbagai perawatan ekstra kulit sensitif setelah terkena abu vulkanik. (Foto: Dok. Anna Tarazevich/ Pexels)
Paparan abu vulkanik setelah erupsi gunung berapi tidak hanya dapat mengganggu pernapasan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Partikel abu yang halus dapat menempel pada permukaan kulit dan berpotensi menyebabkan kulit terasa kering, gatal, kemerahan, hingga mengalami iritasi. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih, terutama jika kamu memiliki kulit sensitif.
Kandungan yang Baik untuk Kulit Sensitif dan Aman
- Ceramide
- Hyaluronic acid
- Panthenol
- Centella Asiatica
- Niacinamide
- Squalane
Agar kulit tetap nyaman dan terhindar dari iritasi yang semakin parah, berikut beberapa perawatan ekstra yang bisa kamu lakukan setelah terkena abu vulkanik.
Perawatan Ekstra Kulit Sensitif Setelah Terkena Abu Vulkanik yang Perlu Kamu Lakukan
1. Segera Bersihkan Kulit dengan Lembut
.jpg)
(Berbagai perawatan ekstra kulit sensitif setelah terkena abu vulkanik. Foto: Dok. Miriam Alonso/ Pexels)
Setelah berada di area yang terpapar abu vulkanik, segera bersihkan kulit menggunakan air bersih. Hindari menggosok kulit terlalu kuat karena partikel abu yang menempel dapat menyebabkan gesekan dan memperburuk iritasi. Gunakan sabun pembersih yang lembut dan tidak mengandung pewangi berlebihan.
2. Hindari Eksfoliasi Sementara
Eksfoliasi sebaiknya dihentikan sementara setelah kulit terpapar abu vulkanik, terutama jika muncul kemerahan atau rasa perih. Penggunaan scrub maupun produk eksfoliasi berbahan aktif dapat membuat kulit semakin sensitif. Berikan waktu bagi kulit untuk kembali pulih sebelum melakukan eksfoliasi.
3. Gunakan Pelembap untuk Memperkuat Skin Barrier
.jpg)
(Berbagai perawatan ekstra kulit sensitif setelah terkena abu vulkanik. Foto: Dok. Feyza Y?ld?r?m/ Pexels)
Paparan abu dapat membuat kulit terasa lebih kering. Setelah membersihkan wajah dan tubuh, gunakan pelembap dengan kandungan yang membantu menjaga skin barrier, seperti ceramide, glycerin, atau hyaluronic acid. Pilih formula yang sederhana dan minim bahan tambahan jika kulit kamu mudah mengalami iritasi.
4. Jangan Lupakan Sunscreen
Jika kamu harus kembali beraktivitas di luar ruangan, tetap gunakan sunscreen. Pilih produk dengan perlindungan broad-spectrum dan aplikasikan secukupnya. Sunscreen membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang dapat memperburuk kondisi kulit yang sedang sensitif.
5. Hindari Mencoba Produk Baru
.jpg)
(Berbagai perawatan ekstra kulit sensitif setelah terkena abu vulkanik. Foto: Dok. SHVETS production/ Pexels)
Saat kulit sedang mengalami iritasi, sebaiknya jangan bereksperimen dengan skincare baru. Gunakan produk yang selama ini sudah cocok untuk kulit kamu. Rutinitas perawatan yang sederhana dapat membantu meminimalkan risiko munculnya reaksi pada kulit.
6. Perhatikan Tanda Iritasi yang Semakin Parah
Jika kulit mengalami kemerahan berat, bengkak, rasa terbakar, gatal yang intens, atau muncul lepuhan setelah terpapar abu vulkanik, jangan mengabaikannya. Segera konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis atau dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
(Baca juga: Ini Tips Perawatan Kulit Sensitif yang Perlu Kamu Tahu)
Pada dasarnya, kulit sensitif membutuhkan perhatian ekstra setelah terkena abu vulkanik. Selain membersihkan kulit dengan lembut dan menjaga kelembapannya, kamu juga perlu menghindari produk yang berpotensi memperparah iritasi. Dengan perawatan yang tepat, kondisi kulit dapat tetap terjaga selama masa pemulihan. Jika keluhan tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, segera periksakan kondisi kulit kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
(Penulis: Sania Zelikha)
-




