Metamorfosis Canti Tachril Perkaya Karyanya Sebagai Musisi


  • Metamorfosis Canti Tachril Perkaya Karyanya Sebagai Musisi
    Canti Tachril. (Foto: Dok. Gustama Pandu/Her World Indonesia)

    Hidup seorang Canti Tachril tak pernah jauh dari musik. Tumbuh di tengah keluarga cukup musikal – sang ibu seorang penyanyi dan kakak-kakaknya sempat tergabung dalam sebuah band – hingga panggung teater yang mengizinkannya berekspresi, selalu ada ruang yang mempertemukan Canti dengan musik.

    Namun, akhirnya ia berhadapan langsung dengan profesi musisi yang dicintai, membutuhkan waktu dan proses panjang dengan diri sendiri untuk menghadirkan karya musiknya. Tak hanya bisa dinikmati pendengar, tetapi karya-karya yang kini Canti hadirkan juga menantangnya untuk lebih selaras dengan diri sendiri.




    “Tantangan terbesar saya mungkin kembali in-tune dengan diri sendiri. Sebab, dengan musik, saya harus jujur terhadap karya yang dihasilkan dan murni berasal dari diri sendiri,” ungkap Canti.



    canti tachril, woman now, musisi
    (Canti Tachril selalu tumbuh dekat dengan musik.)


    Sejak ia mengawali kariernya sebagai musisi dengan merilis singel bertajuk Dot, justru Canti kerap dilanda kebingungan akan arah karier yang ingin dipilih. Antara mengikuti keluarga untuk fokus dalam ranah bisnis atau memilih bermusik dengan perjalanan yang akan lebih sulit. Namun, hidup punya cara untuk mengukuhkan pilihan Canti (yang bisa ia temukan dengan kembali mendengarkan insting dan hatinya), akhirnya ia memantapkan langkah untuk bermusik.


    “Jujur, saya mulai kembali mendengarkan hati ketika sedang mengandung. Setelah merilis lagu Mata Hati, saya merasa sedih sekali karena terbayang saat memiliki anak, prioritas akan berubah dan tak punya waktu untuk bermusik. Saat itu, saya menyadari ternyata musik adalah salah satu hal yang paling penting bagi saya,” cerita Canti.



    Kegelisahan yang ia rasakan selama mengandung justru mendorong Canti untuk lebih mendengarkan hati. Namun, kegelisahan itu runtuh ketika ia menimang putri kecilnya, ada perspektif yang semakin jelas tentang bagaimana Canti mengenal diri dan beragam versinya, sekaligus cara menerjemahkan dalam lantunan nada. 


    canti tachril, woman now, musisi

    (Canti Tachril belajar untuk dengarkan diri sendiri.)


    Karya Paling Jujur


    Album perdananya bertajuk ‘Citrus’ menjadi langkah awal Canti untuk menyelami profesi yang amat ia cintai ini. Sembilan track lagu yang paling menggambarkan metamorfosis seorang Canti dengan segala lika likunya. Butuh kurang lebih tiga tahun untuk merampungkan karya ini, tak hanya untuk memoles kembali lagu-lagu yang tersimpan dalam bank lagunya, tetapi juga mengeksplorasi perasaan-perasaan yang dapat dituangkan secara jujur.


    “Selama tiga tahun pembuatan album rasanya seperti roller coaster. Akhirnya, semakin sadar bahwa musuh saya bukan orang-orang di sekitar, tetapi diri sendiri. Banyak mengeksplorasi raw feelings, rasa capek dengan diri sendiri, dan semakin sadar kalau yang menahan-nahan [untuk merilis album] itu diri sendiri,” ujar Canti.


    Dalam proses merampungkan album pertamanya ini, ia semakin sadar bahwa dengan semakin menunjukkan ketidaksempurnaan dalam diri, membuat karya terasa lebih otentik. Sebab, layaknya esensi manusia yang tidak jauh dari kekurangan dan juga kelebihan, Canti percaya bahwa setiap orang memiliki keunikan mereka masing-masing yang bisa jadi kekuatan untuk digunakan semaksimal mungkin. 


    canti tachril, woman now, musisi

    (Kehadiran sang putri memperkaya diri Canti.)


    Lebih Kenal Diri Berkat Sang Putri


    Keyakinan Canti untuk konsisten berkarya, melalui proses panjang dan tak jarang rumit untuk mengenal diri sendiri, semakin terasa berkat kehadiran putrinya, Naeswari. Setelah melahirkan dan peran sebagai ibu yang ia emban, Canti bisa melangkah lebih pasti terhadap apapun yang ia jalani. Semakin ada ruang lebih besar bagi Canti untuk merangkul beragam versi dirinya. 


    “[Kehadiran Naeswari] berdampak sangar besar karena membuka banyak dan beragam versi seorang Canti. Dulu, sering ada keraguan bahwa saya harus tampil tertentu agar orang-orang bisa menerima saya. Namun, Canti versi sekarang terasa lebih pasti, lebih apa adanya,” ungkapnya.


    Tak dapat dipungkiri, selama mengandung, Canti tak jarang dihadapkan pada ketakutan akan ada yang hilang dari diri sendiri setelah menjadi seorang ibu. Namun, peran ibu menjadi sesuatu yang memperkaya diri Canti dan enggan ia gantikan dengan apapun. 


    Masih menjadi proses yang panjang dan tak selalu mudah tetapi Canti justru semakin memaksimalkan keunikan yang ia miliki. Hal-hal dalam diri yang kerap menjadi sumber komentar negatif orang lain (dan menyebabkan ia suka insecure) justru sekarang ia jadikan kekuatan. Sebab, ia percaya tidak ada yang lebih membahagiakan dari bisa tampil sebagai musisi dengan diri paling otentik. 


    FOTO GUSTAMA PANDU PENGARAH GAYA GIRAH ABABYL M.K TATA RIAS CHARLES SEBASTIAN (@CHARLESSEBASTIANMAKEUP) TATA RAMBUT TEMMY (@HAIRTELER) BUSANA STUDIO JEJE, ESCALATE STUDIO SEPATU CLAU STUDIOS






 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below