-
Bekerja di tempat yang sama dengan mantan pasangan bisa menjadi tantangan tersendiri. Situasi ini bisa terasa canggung, terutama jika hubungan berakhir kurang baik. Namun, menjaga profesionalisme dan kenyamanan dalam lingkungan kerja adalah hal yang penting. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi mantan yang merupakan teman sekantor.
1. Bersikap Profesional
(Berbagai cara hadapi mantan yang merupakan teman sekantor. Foto. Dok. Buro Millenial/ Pexels)
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap profesional dalam bekerja. Hubungan pribadi tidak boleh memengaruhi kinerja atau suasana di kantor. Jika ada tugas yang mengharuskan berinteraksi dengannya, fokuslah pada pekerjaan tanpa membiarkan emosi pribadi mengambil alih.
Menjaga sikap netral dan berkomunikasi dengan sopan adalah langkah yang tepat. Hindari bersikap terlalu akrab atau sebaliknya, terlalu dingin, karena hal itu bisa memicu ketegangan di lingkungan kerja.
(Baca Juga: Wah! Ini 8 Tips Mendekati Pria yang Tidak Peka)
2. Batasi Interaksi Secukupnya
Jika memungkinkan, batasi interaksi hanya pada urusan pekerjaan. Tidak perlu menghindar secara berlebihan, tetapi juga jangan mencari alasan untuk sering berkomunikasi. Menjaga batasan yang jelas dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah kesalahpahaman.
Saat berhadapan dalam rapat atau proyek bersama, fokuslah pada tugas yang harus diselesaikan. Jika ada percakapan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, cukup tanggapi dengan sopan tanpa harus terlalu terlibat.
3. Jangan Membahas Masa Lalu
(Berbagai cara hadapi mantan yang merupakan teman sekantor. Foto. Dok. Buro Millenial/ Pexels)
Membicarakan hubungan yang telah berakhir, baik secara langsung maupun melalui rekan kerja lain, sebaiknya dihindari. Hal ini hanya akan memperpanjang perasaan tidak nyaman dan berpotensi menimbulkan gosip di kantor.
Jika ada rekan kerja yang menyinggung soal hubungan di masa lalu, cukup tanggapi dengan singkat dan alihkan pembicaraan ke topik lain. Tidak perlu membicarakan hal-hal negatif tentang mantan karena hal itu bisa menciptakan suasana yang tidak profesional.
4. Bersikap Dewasa dan Tenang
Perasaan tidak nyaman mungkin akan muncul di awal, tetapi penting untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan emosi berlebihan. Jika ada perasaan marah atau sedih, cobalah untuk mengelola emosi tersebut dengan cara yang sehat, seperti berbicara dengan teman di luar kantor atau menulis jurnal untuk menyalurkan perasaan.
Selain itu, hindari menunjukkan perubahan sikap yang drastis. Jika sebelumnya terbiasa berinteraksi secara normal, tidak perlu tiba-tiba menjadi terlalu formal atau sebaliknya. Bersikap wajar akan membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman.
5. Fokus pada Karier dan Pengembangan Diri
Alihkan perhatian ke hal-hal yang lebih penting, seperti pengembangan karier dan pencapaian pribadi. Mengikuti pelatihan, meningkatkan keterampilan, atau mencari tantangan baru di kantor bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan.
Selain itu, membangun hubungan baik dengan rekan kerja lain juga bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih menyenangkan. Dengan begitu, suasana di kantor tetap positif tanpa harus terlalu memikirkan keberadaan mantan.
6. Jaga Etika dan Hindari Konflik
(Berbagai cara hadapi mantan yang merupakan teman sekantor. Foto. Dok. Andrea Piacquadio/ Pexels)
Jika ada perbedaan pendapat atau ketegangan yang muncul, usahakan untuk tetap tenang dan mencari solusi dengan kepala dingin. Hindari memperbesar masalah atau membiarkan emosi memengaruhi keputusan yang diambil.
Jika situasi menjadi terlalu sulit untuk dihadapi sendiri, berdiskusi dengan atasan atau pihak HR bisa menjadi pilihan. Mereka bisa memberikan saran atau solusi yang lebih baik agar suasana kerja tetap kondusif.
(Baca Juga: Besties! Ini 6 Ciri-Ciri Teman Toxic yang Harus Diketahui)
Menghadapi mantan di tempat kerja memang tidak selalu mudah, tetapi dengan sikap yang profesional dan dewasa, situasi ini bisa dikelola dengan baik. Menjaga batasan yang jelas, fokus pada pekerjaan, serta menghindari konflik adalah langkah penting agar lingkungan kerja tetap nyaman. Dengan begitu, karier tetap berkembang tanpa harus terpengaruh oleh masa lalu.
(Penulis: Sania Zelikha)
-