-
Tommy Hilfiger mempertemukan estetika preppy khas Amerika dengan perspektif desain Jepang melalui kolaborasi terbarunya bersama FRGMT, label besutan Hiroshi Fujiwara. Bertajuk TOMMY HILFIGER X FRGMT, koleksi kapsul ini mengeksplorasi kembali gaya ’90s prep melalui sejumlah siluet ikonis dengan sentuhan kontemporer.
Revisiting the ’90s Prep

(Koleksi TOMMY HILFIGER X FRGMT. Foto: Dok. Tommy Hilfiger)
Mengambil inspirasi dari era ’90-an, koleksi ini menghadirkan kembali karakter klasik Tommy Hilfiger melalui permainan warna, proporsi oversized, dan pendekatan yang lebih ekspresif. Pengaruh musik dan budaya populer turut menjadi bagian penting dari kolaborasi ini, mengingat keduanya memiliki perjalanan kreatif yang erat dengan perkembangan musik, seni, dan komunitas budaya.

(Koleksi TOMMY HILFIGER X FRGMT. Foto: Dok. Tommy Hilfiger)
Tommy Hilfiger mengenang bagaimana gaya berpakaian pada era tersebut berkembang ketika para musisi dan rapper mulai mengenakan koleksinya dengan interpretasi personal. Hiroshi Fujiwara juga mengingat fenomena serupa saat menemukan sejumlah musisi hip-hop mengenakan Tommy Hilfiger dalam siluet baggy dan oversized ketika mengunjungi New York pada akhir ’80-an.
(Baca juga: Sentuhan Modern Horologi Swiss: Rilisan Terbaru JaguarJ1026)
A Dialogue of Design Codes
(Koleksi TOMMY HILFIGER X FRGMT. Foto: Dok. Tommy Hilfiger)
Dalam proses kreatifnya, keduanya mengeksplorasi arsip Tommy Hilfiger dengan memilih sejumlah elemen ikonis, seperti rugby shirt, varsity jacket, chino, dan sailing pieces. Hiroshi kemudian memberikan interpretasi melalui pendekatan desain FRGMT yang lebih presisi dan restrained, tanpa menghilangkan identitas asli Tommy Hilfiger.
Pertemuan kedua karakter tersebut terlihat melalui detail grafis thunderbolt, motif polka dot, serta Tommy Flag dalam interpretasi warna biru muda. Eksplorasi material yang lebih elevated turut memberikan perspektif baru pada siluet klasik koleksi ini.

(Koleksi TOMMY HILFIGER X FRGMT. Foto: Dok. Tommy Hilfiger)
Menariknya, keduanya memiliki pilihan favorit yang berbeda. Tommy Hilfiger memilih varsity jacket karena merepresentasikan perpaduan sport, preppy, dan youth culture. Sementara Hiroshi Fujiwara menaruh perhatian pada Regatta jacket, yang menurutnya menjadi salah satu siluet klasik dari arsip Tommy Hilfiger dengan interpretasi personal.
(Baca juga: 5 Style Monokrom Elegan untuk Penampilan Modern)
A New Perspective Across Generations
.jpg)
(Koleksi TOMMY HILFIGER X FRGMT. Foto: Dok. Tommy Hilfiger)
Lebih dari sekadar pertemuan dua label, kolaborasi ini menghubungkan New York dan Tokyo, sekaligus mempertemukan warisan desain dengan perspektif generasi baru. Tommy Hilfiger melihat koleksi ini sebagai kesempatan bagi mereka yang mengenal era ’90-an untuk kembali menemukan nostalgia, sementara generasi yang lebih muda dapat mengenal karakter brand melalui pendekatan berbeda.

(Rilisan koleksi TOMMY HILFIGER X FRGMT di Grand Indonesia. Foto: Dok. Tommy Hilfiger)

(Michelle Tahalea di grand launching TOMMY HILFIGER X FRGMT di Grand Indonesia. Foto: Dok. Tommy Hilfiger)
Di Indonesia, TOMMY HILFIGER X FRGMT diperkenalkan melalui acara eksklusif di gerai Tommy Hilfiger Grand Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. Acara tersebut turut dihadiri musisi Bam Mastro, aktor Roy Sungkono, dan penyanyi Kalulla, dengan Zara Zahrina sebagai DJ yang mengisi suasana melalui musik Italo disco dan house.
Koleksi kapsul TOMMY HILFIGER X FRGMT kini tersedia secara eksklusif di Indonesia melalui gerai Tommy Hilfiger Grand Indonesia.
-




