-
Pernahkah kamu memiliki banyak ide menarik untuk dijadikan bisnis, tapi bingung cara memulainya? Kebingungan ini terjadi karena kamu belum merancang rencana bisnis (business plan) yang solid. Bisa dibilang ide yang kamu miliki belum terbayangkan visi, misi, dan operasionalnya. Ketika memaksakan diri untuk membangun bisnis tanpa adanya rencana yang matang, ada potensi bisnis kamu tidak bertahan lama. Ketika memiliki sebuah ide, janganlah tergesa-gesa menentukan tempat usahanya atau bahkan langsung memilih bahan baku.
Cobalah untuk menguraikan terlebih dahulu ide yang ada ke dalam notes agar kamu memiliki gambaran terkait bisnis yang ingin dijalankan. Selanjutnya, ada langkah-langkah krusial untuk kamu mengembangkan business plan yang pasti. Her World akan memandu cara-caranya di bawah ini!
(Baca juga: Sehat! Ini 6 Aneka Campuran Jus Buah yang Sehat untuk Tubuh)
1. Deskripsikan Bisnis yang Dipilih!
(Siapkan buku catatan atau digital notes untuk mulai menulis rencana bisnis. Foto: Dok. picjumbo.com/Pexels)
Langkah pertama ini menjadi penentu bagaimana kamu akan menyusun rencana bisnis selanjutnya. Ketika menulis deskripsi bisnis kamu, pastikan kamu menjawab pertanyaan siapa diri kamu dan apa rencana dari bisnis ini dibangun. Jawaban atas kedua pertanyaan ini dapat menegaskan alasan kamu menjalankan bisnis, kenapa bisnis ini bisa berbeda, dan apa yang kamu tawarkan secara individual. Kamu bisa menjawab pertanyaannya dengan pointers agar lebih mudah. Misalnya, kamu ingin membangun sebuah brand clean skincare karena ingin membuat tren kecantikan yang lebih sustainable dan sehat. Selain menjawab dua pertanyaan di atas, kamu perlu menambahkan visi, misi, dan jenis industri bisnis kamu.
2. Tentukan Brand Values
(brand value menentukan sejauh mana bisnismu menarik di mata pelanggan. Foto: Dok. RDNE Stock project/Pexels)
Setelah mendapatkan gambaran yang lebih jelas di cara pertama, kamu bisa mulai menyusun brand value dan goals bisnis kamu. Agar lebih mudah, kamu bisa mempertimbangkan bagaimana bisnis ini ingin dijalankan dengan semua orang yang terlibat dengan bisnis kamu nanti, mulai dari karyawan, supplier, pelanggan, hingga investor. Ketika kamu menyusun pertimbangan itu dalam sebuah list, core values yang ingin diimplementasikan dari bisnis pun akan mulai terbentuk. Selain itu, perhatikan pula goals yang ingin dicapai dalam jangka pendek atau satu tahun dan jangka panjang atau sekitar dua hingga lima tahun. Tujuan dari bisnis ini bisa ditentukan dengan teknik SMART: specific, measurable, attainable, realistic, dan time-bound.
3. Lakukan Analisis Pasar
(Market analysis bantu kamu mengenali target audience. Foto: Dok. Lukas/Pexels)
Sejauh mana sebuah bisnis kokoh dapat dilihat dari market analysis. Apabila tidak dipersiapkan secara matang, bisnis yang kamu jalankan lebih mudah tumbang. Analisis ini akan menunjukkan apakah produk yang kamu ciptakan bisa sesuai dengan target audience bisnismu. Kamu bisa mulai dengan memahami profil target audiens, carilah data terkait jumlah besarannya di website pemerintah misalnya dan pelajari media sosial yang biasa digunakan serta kebiasaan berbelanjanya. Selain itu, telusuri pula tren pelanggan dan produknya di industri lewat Google Trends atau para influencer yang banyak membahas bidang serupa. Lakukan analisis pasar ini dengan metode SWOT analysis atau Competitive analysis untuk melihat keunggulan dari bisnis kamu.
4. Menyusun Struktur Manajemen Bisnis
(Struktur yang jelas mencegah adanya perselisihan antara tim. Foto: Dok. Christina Morillo/Pexels)
Setelah mengetahui hal fundamental seperti visi, misi, tujuan, dan juga analisis pasar, kamu perlu menyusun struktur dari operasional bisnis kamu. Aspek ini termasuk menjelaskan ke pembaca tentang siapa yang menjalankan bisnis tersebut. Uraikan lebih detail struktur hukum bisnis kamu seperti jenis bisnis yang dijalankan dan kepemilikannya. Buatlah struktur internal tim manajemen bisnis kamu dengan menggunakan organizational chart, yang meliputi peran, tanggung jawab, dan hubungan antara orang-orang dalam bagan tersebut. Struktur ini dapat mengklarifikasi siapa yang berwenang dalam membuat keputusan dan memiliki beban kerja yang seimbang untuk kemajuan bisnis.
5. Uraikan Produk & Jasa yang Ditawarkan
(Penjelasan produk yang menarik dapat semakin memikat pelanggan. Foto: Dok. Moose Photos/Pexels)
Setelah memiliki rencana bisnis yang mendasar, kamu bisa mulai listing produk dan jasa yang ditawarkan oleh bisnismu. Kemudian, tambahkan pula informasi penting seputar produk atau jasa yang diberikan sehingga memudahkan kamu untuk melakukan rencana bisnis berikutnya, misalnya rencana memasarkan produknya. Tak hanya untuk keperluan bisnis, penjelasan produk atau jasa ini juga dibutuhkan untuk menarik perhatian target audiens.
(Baca juga: Don’t Forget! Ini 8 yang Harus Dibawa Saat Gym untuk Pemula)
Business plan yang matang akan memperjelas strategi, termasuk tantangan yang kemungkinan terjadi dan menentukan sumber daya yang dibutuhkan. Ketika membuat rencana tersebut, kamu akan terdorong untuk mengevaluasi kembali kelayakan ide dan pasar yang ingin dimasuki. Proses ini akan membuat kamu lebih yakin apakah strategi yang diterapkan akan berjalan dan bisa mengembangkan bisnis yang ingin dibangun.
(Penulis: Zahrah Pricila)
Tags: business plan, pengusaha pemula -