Jangan Terpuruk, Ini 5 Cara Bangkit Dari Bisnis yang Gagal


  • Jangan Terpuruk, Ini 5 Cara Bangkit Dari Bisnis yang Gagal
    Jangan dipendam sendiri, renungkan bersama tim terkait strategi bisnis yang gagal. (Foto: Dok. Yan Krukau/Pexels)

    Entrepreneur atau pengusaha selalu menjadi pekerjaan yang menggiurkan. Masih ada sebagian orang yang beranggapan bahwa memiliki usaha sendiri lebih nyaman dan terjamin dibandingkan kerja di perkantoran. Sebab, pengusaha memiliki kendali penuh atas bisnisnya, mulai dari rancangan produk yang ingin diciptakan, karyawan yang ingin ditetapkan, hingga strategi yang mau diimplementasikan. Namun, kenyataan di lapangannya tak selalu seindah persepsi tersebut. Ada kalanya pengusaha mengalami business failure, yakni gagal dalam memastikan bisnisnya berkembang dan berkelanjutan. 


    Ada beberapa faktor yang membuat sebuah bisnis gagal, mulai dari produk yang dihasilkan tidak sustainable, manajemen keuangan yang buruk, hingga strategi yang tidak tepat. Ketika memasuki fase ini, banyak pengusaha biasanya terpuruk dan tak jarang juga menyerah untuk melanjutkan bisnisnya. Bagi kamu yang mengalami hal tersebut, lima cara di bawah ini dapat membantumu bangkit kembali. 




    1. Menerima Kegagalan Secara Terbuka 

    entrepreneurship, Bisnis Gagal

    (Berjalan sejenak dapat meringankan beban pikiran. Foto: Dok. Clem Onojeghuo/Pexels)


    Awalnya, kamu akan merasa lebih emosional ketika mengetahui bisnis yang telah kamu bangun gagal. Namun, kamu harus menerima perasaan tersebut secara lapang dada. Dalam artian, hindari menyalahkan karyawan atau orang lain atas kegagalan ini. Kamu perlu memahami bahwa kesalahan ini lebih bersifat kolektif, ada kemungkinan salah dari segi operasional atau produk yang dirancang sehingga akhirnya kamu merugi. Dibandingkan mengelak, kamu bisa menenangkan diri dan tim agar nantinya lebih mudah mendiskusikan kesalahan dari bisnis yang dijalankan. Selain lebih sehat, cara ini juga mencegah terciptanya perselisihan antara karyawan. 


    (Baca juga: Zayn Malik Nyanyikan ‘Night Changes’ Setelah 10 Tahun)


    2. Reconnect 

    entrepreneurship, Bisnis Gagal

    (Berbincang bersama rekan di satu industri dapat memberikan insight baru. Foto: Dok. Jopwell/Pexels)


    Ada banyak faktor yang berkontribusi pada kegagalan suatu bisnis. Di antaranya tidak memiliki partner yang baik dan adapun memaksakan diri untuk menyelesaikan masalah yang bukan bidangnya. Jadi, ketika kamu sudah menerima fakta bahwa bisnismu gagal, janganlah tergesa-gesa untuk mencari solusi dengan brainstorming. Awal-awal, kamu perlu melakukan proses recharging dan reconnect dengan orang-orang sekitar. Tenangkan pikiran dan hatimu dengan melakukan kegiatan relaksasi. Cara ini akan membantu kamu mengingat kembali visi dan misi di balik bisnis yang dibangun. Ketika sudah merasa termotivasi dan merasa lebih positif, kamu bisa bersosialisasi dengan orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, mentor, atau rekan bisnis untuk berdiskusi dan meminta nasihat mereka. 


    3. Analisis Bisnis yang Gagal 

    entrepreneurship, Bisnis Gagal

    (Diskusi bersama tim untuk proses analisis yang lebih dalam. Foto: Dok. fauxels/Pexels)


    Meski sulit untuk kembali membicarakannya, kamu tetap perlu menganalisis kegagalan bisnismu. Ada beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian utama, di antaranya faktor eksternal dan internal yang kemungkinan menyebabkan kegagalan tersebut, Ulas kembali asumsi atau kesenjangan yang terjadi di dalam strategi bisnis, termasuk target pasar dari produk kamu. Selain itu, perhatikan pula langkah-langkah berbeda yang pernah dilakukan selama proses produksi untuk mengetahui mana cara yang berhasil dan sebaliknya. Selama proses analisis ini kamu perlu terapkan mindset bahwa kegagalan ini bukanlah akhir dari perjalanan kamu, tapi menjadi awal baru. Gunakan kegagalan ini sebagai peluang untuk eksplorasi ide-ide baru dan beradaptasi dengan perubahan pasar.  


    4. Eksekusi Rencana Baru 

    entrepreneurship, Bisnis Gagal

    (Tentukan rencana awal dari bisnis yang sudah dievaluasi. Foto: Dok. fauxels/Pexels)


    Setelah menganalisis secara mendalam, kamu bisa mulai membuat rencana baru yang mempertimbangkan kesalahan-kesalahan dari bisnis sebelumnya. Persiapkan dengan matang hasil apa yang ingin diraih dalam jangka panjang dan juga jangka pendek. Setelahnya, kamu bisa menyusun rencana ini lebih singkat seperti per minggu. Misalnya, dalam dua minggu, kamu akan bertemu dengan mentor atau rekan yang juga mendalami bidang yang sama untuk minta feedback agar persiapanmu lebih matang. Kemudian, kamu bisa langsung eksekusi dan menjalankan rencana baru itu. Jangan menunggu untuk mendapatkan hasil yang sempurna karena ini bisa membuat kamu ragu dan menghambat kinerjamu. Kamu bisa memulai dengan meluncurkan versi awal produk dengan fitur minimal untuk diuji coba dan kumpulkan feedback dari target audience kamu. 


    5. Learn, improve, & repeat! 

    entrepreneurship, Bisnis Gagal

    (Kunjungi workshop kewirausahaan untuk mengasah skill baru. Foto: Dok. fauxels/Pexels)


    Untuk sepenuhnya pulih dari kegagalan bisnis, kamu tidak boleh mudah merasa puas, teruslah belajar dari strategi-strategi yang diterapkan. Proses ini juga bisa memudahkan kamu memantau perkembangan bisnis. Kemudian, tingkatkan keterampilan kewirausahaan kamu agar menemukan peluang, tantangan, dan feedback baru yang bisa meningkatkan kinerja serta inovasi diri. Pelajari tren, praktik, dan manajemen sumber daya dari perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di industri kamu. 


    (Baca juga: Bermanfaat! Ini 7 Tips Mengelola THR dari Kantor)


    Sebagai pengusaha, akan ada fase kamu mengalami kesulitan mempertahankan atau bahkan kehilangan bisnis yang dimiliki. Meski dapat mematahkan semangat kamu, penting untuk diingat bahwa fase ini bukanlah yang terakhir, melainkan peluang berharga untuk berkembang. Belajarlah dari kesalahan masa lalu, tetap tangguh, dan menerapkan strategi yang tepat untuk bisa mempersiapkan bisnis berjalan dalam jangka panjang.


    (Penulis: Zahrah Pricila)




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below