Besties! Ini 6 Ciri-Ciri Teman Toxic yang Harus Diketahui


  • Besties! Ini 6 Ciri-Ciri Teman Toxic yang Harus Diketahui
    Berbagai ciri teman toxic yang perlu dipahami. (Foto. Dok. Liza Summer/ Pexels)

    Dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti memiliki berbagai jenis teman. Ada yang selalu mendukung dan membawa energi positif, tetapi ada juga yang justru membuatmu merasa lelah secara emosional. Teman seperti ini sering disebut sebagai teman toxic. Mereka bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan membuat hubungan pertemanan terasa tidak nyaman. Agar kamu bisa lebih waspada, berikut beberapa ciri teman toxic yang perlu kamu kenali.


    1. Selalu Membuatmu Merasa Bersalah


    ciri teman toxic yang perlu dipahami, teman toxic, toxic relationship, toxic, toxic friend

    (Berbagai ciri teman toxic yang harus kamu ketahui. Foto. Dok. Liza Summer/ Pexels)


    Salah satu ciri utama teman toxic adalah kebiasaannya membuatmu merasa bersalah, bahkan untuk hal-hal yang bukan kesalahanmu. Mereka sering memanipulasi situasi agar terlihat seolah-olah kamulah yang bertanggung jawab atas masalah yang terjadi. Jika kamu sering merasa bersalah setelah berbicara dengannya, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan kembali hubungan pertemanan tersebut.




    2. Tidak Pernah Mendukung dan Selalu Meremehkan


    Teman yang baik seharusnya mendukung impian dan usahamu. Namun, teman toxic justru sering meremehkan atau bahkan mengolok-olok pencapaianmu. Setiap kali kamu berbagi kebahagiaan atau kesuksesan, mereka malah memberikan komentar negatif atau membandingkannya dengan orang lain. Jika kamu merasa tidak dihargai dalam pertemanan tersebut, bisa jadi itu adalah tanda bahwa hubungan itu tidak sehat.


    3. Sering Memanfaatkanmu


    ciri teman toxic yang perlu dipahami, teman toxic, toxic relationship, toxic, toxic friend

    (Berbagai ciri teman toxic yang harus kamu ketahui. Foto. Dok. Anna Shvets/ Pexels)


    Teman yang tulus akan menjalin hubungan denganmu karena mereka menyukaimu sebagai pribadi. Sebaliknya, teman toxic sering hanya hadir saat mereka membutuhkan sesuatu darimu. Mereka mungkin meminta bantuan, uang, atau dukungan emosional, tetapi saat kamu membutuhkan mereka, mereka selalu menghilang. Jika kamu merasa selalu memberi tanpa pernah mendapatkan timbal balik, mungkin kamu sedang berhadapan dengan teman yang hanya ingin memanfaatkanmu.


    4. Tidak Menghargai Batasanmu


    Setiap orang memiliki batasan pribadi, baik dalam hal waktu, ruang, maupun emosi. Teman toxic cenderung tidak peduli dengan batasan tersebut. Mereka mungkin terus menuntut perhatian meskipun kamu sedang sibuk atau tidak dalam kondisi yang baik. Jika seseorang tidak bisa menghormati batasanmu dan terus memaksa kehendaknya, itu bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat.


    5. Selalu Membawa Drama


    Dalam pertemanan yang sehat, komunikasi berjalan dengan jujur dan terbuka. Namun, teman toxic sering kali suka membawa drama ke dalam hubungan. Mereka mungkin sering membuat masalah kecil menjadi besar, menyebarkan gosip, atau sengaja menciptakan konflik antar teman. Jika kamu merasa lelah dengan drama yang terus berulang, mungkin sudah saatnya untuk menjaga jarak.


    6. Membuatmu Merasa Tidak Berharga



    ciri teman toxic yang perlu dipahami, teman toxic, toxic relationship, toxic, toxic friend

    (Berbagai ciri teman toxic yang harus kamu ketahui. Foto. Dok. Anna Shvets/ Pexels)

    Teman yang baik akan membuatmu merasa nyaman dengan dirimu sendiri. Sebaliknya, teman toxic sering membuatmu merasa tidak cukup baik. Mereka mungkin sering mengkritik penampilan, cara berpikir, atau keputusanmu dengan cara yang tidak membangun. Jika kamu sering merasa minder atau tidak percaya diri setelah berinteraksi dengannya, itu bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat.




    Memiliki teman toxic dalam hidup bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan kebahagiaanmu. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri mereka agar kamu bisa menjaga jarak dan melindungi diri. Teman sejati adalah mereka yang mendukung, menghormati, dan membawa kebahagiaan dalam hidupmu. Jika suatu hubungan pertemanan justru membuatmu merasa lelah, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi apakah hubungan tersebut layak untuk dipertahankan.


    (Penulis: Sania Zelikha)

 

Related Articles