10 Tips Memprioritaskan Diri Sendiri dari People Pleaser


  • 10 Tips Memprioritaskan Diri Sendiri dari People Pleaser
    10 Tips Memprioritaskan Diri Sendiri dari People Pleaser. (Foto: Dok. Freepik/Benzoix)

    Pernahkah kamu merasa lelah karena selalu berusaha menyenangkan semua orang, kecuali diri sendiri?Merasa bersalah saat mengatakan "tidak" atau mengutamakan kebutuhanmu sendiri? Jika iya, mungkin kamu adalah seorang people pleaser.

    Menjadi people pleaser mungkin terlihat positif di permukaan, tetapi kebiasaan ini bisa menggerogoti kebahagiaan dan kesehatan mentalmu. Kamu mungkin merasa terkuras, cemas, bahkan kehilangan jati diri karena terlalu fokus pada keinginan dan kebutuhan orang lain. Ini beberapa tips yang rangkuman Her World yang dapat membantu memprioritaskan diri sendiri menjadi lebih baik.


    1. Kenali dan Akui Kebiasaan "People-Pleasing"


    (Kenali dan Akui Kebiasaan "People-Pleasing". Foto: Dok. Pexels/Liza Summer)


    Langkah pertama adalah menyadari bahwa kamu memiliki kecenderungan untuk menyenangkan orang lain. Amati perilaku dan pikiranmu. Apakah kamu sering mengabaikan kebutuhanmu sendiri demi orang lain? Apakah kamu merasa cemas ketika harus menolak permintaan seseorang?


    Setelah mengenali pola ini, akui pada diri sendiri bahwa kamu memang seorang people pleaser. Ini bukan tentang menyalahkan diri, tetapi tentang menyadari dan menerima kenyataan agar kamu bisa berubah.


    (Baca Juga: Ini 10 Tips Mendekati Pria Melalui Chat. Yuk, Dicoba!)

    2. Pahami Akar Masalahnya


    (Pahami Akar Masalahnya. Foto: Dok. Pexels/Shvets Production)


    People-pleasing seringkali berakar dari rasa insecure, kurangnya kepercayaan diri, atau pengalaman masa lalu yang membuatmu merasa harus mendapatkan validasi dari orang lain. Cobalah untuk menggali lebih dalam dan memahami akar masalah dari kebiasaan ini. Berkonsultasi dengan terapis atau konselor profesional dapat membantumu dalam proses ini.


    3. Belajar Menetapkan Batasan


    (Belajar Menetapkan Batasan. Foto: Dok. Pexels/Lisa Fotios)


    Menetapkan batasan adalah kunci untuk memprioritaskan diri sendiri. Ini berarti belajar mengatakan "tidak" pada permintaan yang tidak sesuai dengan kemampuan atau keinginanmu. Mulailah dengan hal-hal kecil. Misalnya, tolak ajakan nongkrong jika kamu sedang lelah atau butuh waktu sendiri. Komunikasikan batasanmu dengan jelas dan tegas, namun tetap sopan.


    4. Prioritaskan Kebutuhanmu


    Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang saya butuhkan saat ini?" Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia dan mengisi ulang energimu, baik itu membaca buku, berolahraga, meditasi, atau sekadar bersantai. Ingat, memprioritaskan kebutuhan diri sendiri bukanlah hal yang egois. Justru dengan merawat diri sendiri, kamu akan memiliki lebih banyak energi dan kapasitas untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain.


    5. Berhenti Mencari Validasi Eksternal


    Kebahagiaan dan harga dirimu tidak boleh bergantung pada penilaian orang lain. Fokuslah pada pencapaian dan perkembangan dirimu sendiri. Rayakan setiap keberhasilan, sekecil apapun itu. Berikan apresiasi pada diri sendiri atas usaha dan kerja kerasmu.


    6. Latih Rasa Percaya Diri


    Rasa percaya diri yang kuat akan membantumu mengutamakan kebutuhan dan keinginanmu tanpa rasa takut. Kenali kekuatan dan kelebihanmu. Fokus pada hal-hal positif dalam dirimu. Ingat, kamu berharga dan pantas untuk bahagia.


    7. Berlatih Asertif


    Asertif adalah kemampuan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaanmu dengan jujur dan terbuka, tanpa merugikan diri sendiri atau orang lain. Belajarlah untuk mengkomunikasikan kebutuhanmu dengan jelas dan tegas. Sampaikan pendapatmu dengan percaya diri.


    8. Kelilingi Diri dengan Orang-Orang yang Suportif


    (Kelilingi Diri dengan Orang-Orang yang Suportif. Foto: Dok. Pexels/Cottonbro Studio)


    Lingkungan sosialmu sangat berpengaruh pada kesehatan mentalmu. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang positif, suportif, dan menghargai dirimu apa adanya. Hindari orang-orang yang toksik atau membuatmu merasa tidak nyaman.


    9. Bersabar dan Beri Waktu


    Memprioritaskan diri sendiri dan melepaskan kebiasaan people-pleasing bukanlah proses yang instan. Butuh waktu, kesabaran, dan komitmen. Jangan mudah menyerah jika kamu terkadang masih terjebak dalam pola lama.  Tetaplah berlatih dan ingat bahwa setiap langkah kecil adalah kemajuan.


    (Baca Juga: Ini 10 Tips Agar Pasangan Tidak Mudah Emosional)


    10. Jangan Lupa untuk Berbahagia!


    (Jangan Lupa untuk Berbahagia. Foto: Dok. Pexels/Andrea Piacquadio)


    Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan menyenangkan semua orang, kecuali diri sendiri. Prioritaskan kebahagiaanmu, kejar mimpimu, dan jadilah versi terbaik dari dirimu. Ingat, kamu berharga dan pantas untuk dicintai, terutama oleh dirimu sendiri.


    (Penulis: Deanisha Oktaviani)

 

Related Articles