-
Dengan growth mindset, seseorang bisa mengubah persepsi akan kegagalan menjadi opportunity. (Foto: Dok. tudioroman/Canva)
Suka atau tidak, kita adalah manusia yang hidup dari bagaimana mindset kita dibentuk. Mindset ini akan menentukan keseharian kita, membentuk perspektif, dan memengaruhi keputusan yang kita ambil. Dampak besarnya, mindset mempengaruhi cara bersosialisasi, manajemen waktu, hingga jenis pekerjaan yang kita pilih, lho! Hal ini menjadi krusial karena pola pikir yang kita anut bisa menjadi penghalang atau pendorong bagi kemajuan kita.
Banyak orang yang menyepelekan soal mindset, menganggapnya sebagai hal yang remeh. Dengan kebiasaan dan pola pikir ini biasanya sudah terbentuk sejak kecil, kita seringkali tidak paham bagaimana seharusnya mengatur dan mengoptimalkan itu. Pola pikir atau mindset dapat memengaruhi bagaimana seseorang akan menanggapi suatu masalah, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam situasi yang lebih kompleks. Tentunya, solusi yang baik dan bijak hanya bisa datang dari individu dengan pola pikir berkembang (growth mindset), yang mampu melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh. Dengan memahami dan mengelola mindset kita, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih positif, produktif, dan berdaya saing tinggi, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang-orang di sekitar kita.
Namun, apa itu sebetulnya growth mindset? Bagaimana kita bisa membangun dan menerapkannya?
1. Tak membatasi dirinya untuk belajar hal baru
(Dengan growth mindset, seseorang selalu membuka diri untuk belajar hal baru. Foto: Dok. McLittle/Canva)
Kita pasti tak asing dengan kata ‘bakat’. Banyak orang menganggap, kita lahir secara natural dengan bakat tertentu, seperti menggambar, berhitung, menari, bahkan bakat di bidang bahasa. Growth midset hadir melawan itu. Pandangan ini justru mengajak kita untuk melewati batas-batas bakat yang dikenal luas masyarakat. Lewat growth mindset, siapapun bisa belajar apapun. Dengan syarat gigih dan tekun selama prosesnya.
2. Kegagalan adalah kesempatan
(Dengan growth mindset, seseorang bisa mengubah persepsi akan kegagalan menjadi opportunity. Foto: Dok. aluxum/Canva)
Pernahkah kamu merasakan kegagalan lalu menyerah dan menganggap itu sebagai satu pintu yang tertutup? Jika iya, maka mungkin kamu adalah seseorang dengan fixed mindset. Kegagalan semestinya dianggap sebagai momen untuk kita merefleksikan dan bergerak lebih gigih lagi. Kalau kita menyerah, kita seolah membatasi diri kita. Padahal, ada banyak kesempatan baru yang bisa dicoba untuk menjadi pribadi yang lebih berkembang.
3. Growth mindset itu belajar dari kritik
(Mau belajar dari kritik. Foto: Dok. SvetaZi/Canva)
Kritik sering dianggap sebagai suatu hal yang buruk dan menjatuhkan. Kadang kita merasa kritik dari orang lain seperti hinaan. Tetapi sebagai pribadi dengan growth mindset, kamu harus memandang kritik sebagai hal yang membangun. Lewat kritik, seseorang bisa tahu apa yang menjadi kekurangannya. Justru, kritik perlu diapresiasi dan bisa juga jadi feedback terhadap apa yang sedang kamu lakukan.
(Baca juga: Mengenal Social Awkwardness: Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya)
4. Belajar dari siapapun dan di manapun
(Growth mindset selalu mau belajar dari siapa saja. Foto: Dok. RDNE Stock project/Pexels)
Belajar tentang hal baru bukan saja di bangku sekolah atau perkuliahan, tetapi sebagai seseorang dengan growth mindset, belajar bisa lewat siapa saja dan kapan saja. Seorang dengan growth mindset tidak meremehkan atau menyepelekan lawan bicaranya yang sedang berbagi ilmu, apapun latar belakangnya. Setiap orang pasti punya kelebihan, karena itu, kita bisa belajar lewat siapa saja, bahkan lewat anak kecil. Penting juga untuk menyadari kalau menambah pengetahuan itu sangatlah penting. Jadi, jangan sampai punya pemikiran bahwa kitalah yang tahu segalanya.
(Baca juga: 7 Ide OOTD Baju Denim yang Simple & Casual!)
Dalam pendekatan ini, kita percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang, tidak terbatas oleh kondisi atau kemampuan awal mereka. Pola pikir ini sangat diperlukan karena dapat membentuk seseorang menjadi lebih resilien, adaptif, dan terbuka terhadap berbagai pengalaman baru. Dengan memelihara growth mindset, individu akan lebih mampu menghadapi tantangan, belajar dari kesalahan, dan menemukan peluang di tengah kesulitan. Hal ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri yang kuat.
(Penulis: Katarina Dian)
Tags: growth mindset, fixed mindset, belajar, berkembang, kritik -