-
Pernahkah kamu merasa hasil gajianmu mengalir habis begitu saja? Bahkan kamu sendiri pun tak memahami ke mana sebagian besar uangmu digunakan. Kejadian tersebut umum terjadi pada banyak orang yang tidak pandai dalam mengatur keuangannya. Alih-alih melakukan budgeting dan mencatat pengeluaran, uang secara asal dibelanjakan karena selalu merasa memiliki dana yang cukup. Kamu pun berakhir dengan uang menipis secara cepat bahkan sebelum tanggal tua.
Dalam mengatur keuangan, kini kamu tak perlu repot-repot mencatat di selembar kertas atau aplikasi notes gawai! Hadirnya berbagai aplikasi financial planner digital yang dilengkapi fitur-fitur menarik membuatnya mudah digunakan. Namun, sebelum itu, kamu perlu mengetahui hal-hal mendasar seputar pengaturan keuangan. Her World punya tips untuk membantu kamu mengatur keuangan secara mudah. Simak!
1. Tetapkan Tujuan Hidup
(Sesuaikan gaya hidupmu dengan kondisi finansial yang dimiliki. Foto: Dok. Adrienn/Pexels)
Ketika membicarakan seputar pengaturan keuangan, mayoritas orang hanya akan terfokus pada cara membagikan uang untuk menabung dan pengeluaran. Meski langkah tersebut benar, ada satu aspek yang sering dilupakan saat sedang mengurus keuangan pribadi, yaitu visi tentang kehidupan yang ingin dijalani. Mulai dari gaya hidup, pihak-pihak penting dalam hidupmu, pilihan fesyen, rekreasi, dan semacamnya. Memahami secara mendalam tentang keinginan dan harapan personal akan memudahkanmu untuk mengalokasi dana sesuai kemampuan finansial. Luangkan waktu untuk memikirkan alasan kamu bekerja dan lifestyle yang diharapkan.
(Baca juga: 7 Cara Mudah Mengecilkan Pinggul)
2. Kategorikan Kebutuhan dan Keinginan
(Utamakan kebutuhan primer dalam budgeting. Foto: Dok. Mati Mango/Pexels)
Saat berbelanja, tanpa disadari kamu akan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Hal ini umum terjadi karena tidak adanya kontrol diri terhadap dua hal: needs dan wants. Istilah pertama merujuk pada barang-barang yang esensial untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan wants berhubungan dengan barang-barang yang tidak terlalu menunjang kehidupanmu. Wants lebih sering dikaitkan dengan keinginan personal seperti sepatu atau tas baru, rekreasi, dan semacamnya. Untuk memudahkannya, kamu perlu menyusun kategori kebutuhan dan keinginan secara terpisah. Utamakan dana yang dimiliki digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer terlebih dahulu, baru sisihkan untuk hal-hal yang kamu inginkan.
3. Terapkan Metode 50/30/20 atau 40:10:10:30:10
(Sesuaikan metode rencana keuangan dengan kebutuhan personal. Foto: Dok. Nataliya Vaitkevich/Pexels)
Masih bingung bagaimana memulai pengaturan keuanganmu? Jangan khawatir! Setelah memilah kebutuhan dan keinginan, tentu kamu akan merasa kewalahan. Untuk memudahkannya, kamu bisa menerapkan metode 50/30/20. Sisihkan 50 persen uangmu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, 30 persen untuk hal-hal personal yang kamu inginkan, dan 20 persen untuk disimpan dalam tabungan. Metode tersebut memang lebih sederhana dibandingkan jenis lainnya. Jadi, apabila metodenya terasa kurang terperinci, kamu bisa beralih ke 40: 10: 10: 30: 10. Metode tersebut populer digunakan pula oleh mereka yang memiliki cicilan atau utang lebih dari satu. Sisihkan uang sebesar 40 persen untuk kebutuhan harian, 10 persen untuk melunasi utang atau cicilan, 10 persen untuk asuransi, 30 persen untuk dana darurat atau tabungan, dan 10 persen untuk berdonasi atau bersedekah.
4. Gunakan Kartu Kredit Secara Bijak
(Penggunaan kartu kredit secara impulsif berbahaya untuk kondisi finansial. Foto: Dok. energepic.com/Pexels)
Kartu kredit seringkali menjadi pilihan di kala keadaan darurat entah saat sedang berlibur atau berbelanja karena memudahkan transaksi. Meski begitu, penggunaan kartu kredit tanpa kendali dapat berdampak buruk pada kondisi finansialmu. Beberapa risiko yang muncul di antaranya ialah akumulasi utang yang cepat, bunga tinggi sehingga sulit dilunasi, turunnya skor kredit, hingga mendorong transaksi tak terduga. Ketika kartu kredit dianggap sebagai sumber dana darurat, kamu akan terdorong untuk menggunakannya secara impulsif. Edukasi lebih dalam seputar kartu kredit agar kamu lebih bijak saat menggunakannya dan menghindari pengaturan keuangan yang berantakan.
5. Susun Budgeting di Google Sheet
(Gunakan template pada aplikasi planner digital untuk menghemat waktu budgeting. Foto: Dok. Kindel Media/Pexels)
Kini terdapat banyak aplikasi khusus financial planner dengan fitur-fitur menarik. Namun, apabila kamu tidak ingin mengunduh aplikasi baru, kamu bisa menggunakan aplikasi spreadsheet yang sudah ada seperti Google Sheet. Sebelum memulai, pastikan keempat tips di atas sudah kamu pahami ya! Pilihlah terlebih dahulu jenis periode budgeting yang ingin kamu buat: harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Dalam memilihnya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti frekuensi bertransaksi, waktu luang yang dimiliki untuk update spreadsheet, dan seberapa ingin kamu mengontrol keuanganmu. Dalam Google Sheet, kamu hanya perlu memilih From a template dan tentukan template budgeting sesuai kebutuhan. Jangan lupa untuk menyimpan slip gaji, tagihan, dan transaksi lainnya untuk memudahkanmu mengisi budgeting di waktu luang.
(Baca juga: On GBK TreeHouse Cocok untuk Kamu yang Suka Berolahraga!)
Mengatur keuangan secara strategis tak hanya membantumu memenuhi kebutuhan primer saja, tapi juga memudahmu memetakan tujuan jangka panjang dengan jelas, menghemat uang, dan melacak perkembangan finansial. Menerapkan kebiasaan mengatur keuangan ini tidak mudah khususnya untuk para pemula. Namun, kamu bisa mulai secara bertahap dari mulai berkomitmen untuk tidak menghabiskan uang secara impulsif, lalu terapkan kelima tips di atas. Selamat mencoba!
(Penulis: Zahrah Pricila)
-