Cermat Gunakan Smartphone



  • Kehadiran smartphone sudah sedemikan melekat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sulit untuk "lepas" dari benda satu ini - termasuk saat bekerja. Sayangnya, seringkali hal ini bisa membuat Anda terkesan tak profesional, saking fokusnya pada layar smartphone. Simak beberapa etika modern yang harus diterapkan dalam situasi yang melibatkan kehadiran smartphone.

    Bolehkah mengeluarkan smartphone saat rapat?

    Tergantung keadaan. Menurut Diana Gottsman, pakar etika dan pemilik The Protocol School of Texas, smartphone bisa dikeluarkan saat Anda membutuhkannya untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan bahan diskusi saat rapat. Jika Anda berada dalam rapat internal dan menunggu telepon dari klien, biarkan smartphone dalam keadaan vibrate dan pastikan untuk keluar ruangan saat menerima telepon. Selain itu, simpan saja smartphone Anda dalam tas dan hanya keluarkan begitu rapat selesai.



    Bagaimana dengan mengirimkan pesan saat rapat?

    Bahasa tubuh Anda "berbicara" dengan lantang, ibarat Anda menggunakan suara untuk berbicara dengan rekan kerja di sekitar Anda. Jika fokus Anda ada pada hal lain selain pihak yang tengah berbicara, Anda memproyeksikan aura yang tidak profesional dan perhatiannya mudah teralihkan. Bahkan meski telepon Anda tak berdering sekali pun, dengan kepala menunduk dan jari tangan yang sibuk mengetik pesan, jelas sekali bahwa rapat yang tengah berlangsung tidak jadi fokus Anda saat ini.

    Bagaimana menjawab telepon (secara discreet) saat Anda berada di lunch meeting?

    Tidak bisa sama sekali, meski smartphone Anda dalam keadaan vibrate sekali pun. Pikirkanlah dahulu, apakah telepon tersebut sedemikian pentingnya sampai Anda menyampaikan "pesan" bahwa Anda tak menjadikan klien sebagai prioritas Anda? Tentu saja jika Anda menunggu kabar penting, seperti misalkan dari rumah sakit di mana anggota keluarga sedang dirawat, atau telepon yang menyampaikan informasi yang berguna untuk lunch meeting, keadaan tersebut adalah pengecualian. Alasan lain sama sekali tidak terasa etis.

    Bagaimana menyikapi pesan dan e-mail setelah jam kerja?

    E-mail yang dikirim setelah jam kerja bisa dijawab keesokan harinya, kecuali jika sudah didiskusikan terlebih dulu dengan atasan. Lain halnya dengan pesan seperti SMS atau WhatsApp - yang fungsinya sendiri menuntut kesegeraan dalam menjawab - di mana Anda sebaiknya menjawab secepat mungkin. Jika Anda yang mengirimkan pesan, sampaikan dengan jelas akan kebutuhan Anda dalam menerima jawaban dari penerima.

     

    (TEKS: ANGGITA DWINDA / FOTO: THINKSTOCK)




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below