-
Berfoto bersama peserta CrossFit lainnya.
Sadar dengan usia yang meskipun masih muda dan lajang (uhuk) tapi tidak se-fit Deputy Editor In Chief her world, Dian Sarwono (yang meski sudah berusia 40 tahun dan memiliki satu anak namun tetap kencang dan bugar), membuat saya berpikir bahwa sudah saatnya saya berolahraga jika tidak ingin semua lemak jahat ini kendur sebelum waktunya. Apalagi jika melihat post Instagram dengan hashtag #BBG atau #BikiniBodyGuide. Semakin tergiur rasanya membuat tubuh menjadi lebih kencang.
Berkat usulan seorang teman, saya disarankan untuk mencoba CrossFit. Bagi seseorang yang bukan penggila aktivitas kebugaran, CrossFit tentu bukan hal yang familier bagi saya. So, I Google-d it. Hasil pencarian yang keluar cukup membuat ketar-ketir karena menampilkan beragam sosok perempuan dan lelaki berotot yang sedang angkat beban. Tapi anyway, tidak ada salahnya mencoba, bukan? Kalau soal stamina saya memang payah, tapi kalau soal angkat-mengangkat saya bisa diadu. Paling tidak saya tidak pernah kewalahan jika harus mengganti galon air dispenser.
Melalui Ade Putri, saya pun diperkenalkan dengan Bengkel CrossFit SCBD dan diperbolehkan mengikuti kelas Morning Rev pukul 09.00 – 10.00. Cukup satu jam saja, karena CrossFit memang dianjurkan untuk dilakukan maksimal selama itu. Tak ingin "bertarung" sendiri, saya mengajak Nabila Mecadinisa, Fashion & Beauty Editor her world.
Kelas pagi itu dilatih oleh Coach Aaron Thompson asal Amerika Serikat. Sebagai pemanasan, kami diminta untuk melakukan gerakan rowing (mendayung) dengan menggunakan sebuah alat bantu. Peserta dibagi berpasang-pasangan, dan harus melakukan gerakan ini hingga indikator menampilkan angka 1000 meter. 250 meter pertama saya tidak merasa kesulitan. Namun pada paruh berikutnya otot saya mulai merasa keberatan. Dan begitu berdiri rasa keliyengan langsung menghantam. Saya memang tidak sempat sarapan dan sedang mengalami haid hari ke-2. Sebelum ambruk, saya memutuskan untuk segera menyingkir dari arena latihan. Nabila dan peserta kelas yang lain kemudian digiring coach Aaron untuk melanjutkan pemanasan di area luar.
Saya dan rekan kerja berfoto bersama instruktur.
Melihat saya yang kepayahan, para kru Bengkel Crossfit dengan sigap memberikan saya suntikan energi berupa segelas teh manis hangat. Terus terang saya agak malu karena ketahuan letoy, tapi mereka dengan positif menyemangati saya bahwa apa yang saya alami sangat wajar terjadi pada pemula. "Makanya sarapan itu perlu. Dan maksimal dilakukan setidaknya satu jam sebelum latihan," ujar Ade membagikan saran. Ia sendiri sudah dua tahun berlatih CrossFit. Dari Ade juga akhirnya saya diberi penjelasan bahwa CrossFit merupakan latihan yang memadukan kardio, gymnastics, dan angkat beban (weight lifting).
Setelah energi saya pulih, saya kembali melanjutkan kelas. Kali ini kami melakukan kombinasi gerakan variasi plank dan sit up yang dilakukan masing-masing 20 detik selama 8 menit non-stop. Percayalah, bila Anda sangat, sangat jarang berolahraga seperti saya... this is hell. Namun anehnya, meski rasanya seperti neraka, saat kelas usai saya dan Nabila justru merasa segar dan bukan kelelahan. "Ikut lagi, yuk!" cetus Nabila yang langsung saya iyakan tanpa ragu. Terus terang saya merasa kurang afdol karena sempat break, jadinya saya menjadi tertantang untuk membuktikan bahwa saya bisa lebih baik lagi di kelas selanjutnya. Kapok? Tidak sama sekali! Bikini body, here I comeee...
Jika Anda tertarik untuk mencoba olahraga ini, langsung kunjungi Bengkel CrossFit di The Fairgrounds, Jl. Jend Sudirman Kav 52-53 Lot 14 SCBD atau hubungi 021 - 5151030.
(TEKS: CINDY EGIFANIA / FOTO: WINSTON GOMEZ)
-