-
FYI Couture Hadirkan Koleksi Musim Panas, 'Jajan Pasar' di Butik BarunyaFYI Couture Hadirkan Koleksi Musim Panas, 'Jajan Pasar' di Butik Barunya
FYI Couture (For Your Identity) hadir dengan koleksi musim panas di rumah barunya yang berlokasi di Jalan Babadan, Pantai Lima, Pererenan. Lokasi butik dibalut dengan bangunan joglo antik berlantai dua dan pemandangan sawah di sisi kanan-kiri.
Koleksi musim panas FYI mengangkat tema 'Jajan Pasar', camilan Indonesia yang akan dibentuk dengan cara playful dan unik. Busana akan diisi dengan warna-warna cerah yang terinspirasi dari lapis legit, bolu gulung, gethuk, lemper, kerupuk, kue lapis, dadar gulung, dan banyak lagi. Seluruh karya dapat dinikmati di rumah baru FYI, di mana seni busana couture dengan seni arsitektur bangunan antik bersatu dan difungsikan sebagai art room.
Pada hari Minggu, 31 Mei 2026 lalu, pembukaan butik baru diawali dengan pameran foto dari fotografer Belanda, Rob Langendoen, bertajuk 'Bali: In My Heart, Through My Eyes'. Tanpa mengubah jejak klasik Joglo yang autentik di tahun 1950-an asal Jawa Tengah, butik baru FYI Couture transformasi lantai duanya menjadi art room untuk digunakan.
(Busana Ready Couture dengan Tema: Kue Lapis dan Gethuk, Foto: Dok.fyi.couture/Instagram)
Kisah For You Infinity Couture dimulai dengan mimpi untuk menghadirkan kain tradisional Indonesia dalam wujud ready-couture yang modern. FYI menganut nilai di mana wanita dapat mengeksplor identitas di dalam hidup dan berhak memiliki limitless point of view. DNA brand ini diciptakan oleh Fiona Yao, seorang desainer muda berbakat asal Indonesia. Busana ini menggabungkan batik tradisional dan bahan lace untuk menghasilkan high fashion yang apik. Kombinasi ini sering muncul dalam kreasi Fiona Yao seperti kebaya modern, evening gown, dan busana red carpet. Berawal dari menjadi pelanggan Fiona Yao, Cilla Henriette, founder FYI Couture, memiliki mimpi untuk membawa wastra Nusantara ke dalam daily couture.
“Karena harga dari karya-karya desainer itu mahal dan juga pemakaiannya terbatas di occasion tertentu saja, tidak banyak orang yang melihatnya di keseharian. FYI memiliki goals untuk menerjemahkan standar couture tersebut dan juga karakter dari Fiona Yao ke dalam everyday couture,” ucap Cilla.
FYI sendiri menjunjung tinggi esensi dari terminologi couture di mana tidak ada hasil karya yang sama persis karena memiliki keunikannya masing-masing. Hanya ada produksi yang terbatas dan tidak ada produksi massal. Slow fashion selalu menjadi jantung dari FYI Couture, dan seluruh koleksi yang diciptakan menjadi satu-satunya dan menjadikan FYI layaknya barang koleksi.
(Penulis: Alethea kenisha Madjadikara)
-