Hati-Hati! Ini 6 Penyebab Jerawat di Telinga


  • Berbagai penyebab jerawat di telinga. (Foto: Dok. zaid mohammed/ Pexels)



    Jerawat tidak hanya muncul di area wajah, seperti dahi, pipi, dan dagu, tetapi juga bisa tumbuh di bagian telinga. Kondisi ini mungkin terasa mengganggu, terutama ketika jerawat menimbulkan rasa nyeri saat disentuh atau ketika kamu menggunakan earphone. Meskipun umumnya tidak berbahaya, jerawat di telinga tetap perlu diperhatikan agar tidak semakin meradang.


    Cara Mengatasi Jerawat di Telinga dengan Aman

    Untuk membantu mengurangi jerawat di telinga, kamu perlu menjaga kebersihan area telinga, membersihkan earphone secara rutin, serta menghindari penggunaan produk yang berpotensi menyumbat pori-pori. Hindari pula memencet atau mengorek jerawat karena dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko infeksi.

    Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya jerawat di area telinga. Berikut penjelasannya.


    6 Penyebab Jerawat di Telinga yang Perlu Kamu Ketahui

    1. Penumpukan Minyak dan Sel Kulit Mati



    (Berbagai penyebab jerawat di telinga. Foto: Dok. krishna prasad Pexels)


    Sama seperti bagian wajah, kulit telinga juga memiliki kelenjar minyak yang menghasilkan sebum. Jika produksi minyak berlebihan bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori dapat tersumbat dan memicu munculnya jerawat. Kondisi ini bisa terjadi di daun telinga maupun area sekitarnya.


    2. Kebersihan Telinga yang Kurang Terjaga

    Kotoran, keringat, dan sisa produk perawatan rambut dapat menumpuk di sekitar telinga. Jika tidak dibersihkan dengan baik, penumpukan tersebut berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan peradangan.


    3. Penggunaan Earphone atau Headphone



    (Berbagai penyebab jerawat di telinga. Foto: Dok. cottonbro studio/ Pexels)


    Penggunaan earphone dan headphone dalam waktu lama dapat menyebabkan gesekan serta meningkatkan kelembapan di sekitar telinga. Selain itu, perangkat yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat berkumpulnya minyak, kotoran, dan bakteri sehingga meningkatkan risiko munculnya jerawat.


    4. Perubahan Hormon

    Perubahan hormon, terutama saat pubertas, menstruasi, atau kondisi tertentu, dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit. Produksi sebum yang berlebihan berpotensi menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat, termasuk di area telinga.


    5. Kebiasaan Menyentuh Telinga dengan Tangan Kotor



    (Berbagai penyebab jerawat di telinga. Foto: Dok. cottonbro studio/ Pexels)


    Tanpa disadari, kamu mungkin sering menyentuh atau menggaruk telinga menggunakan tangan yang belum dicuci. Kebiasaan ini dapat memindahkan kotoran dan bakteri ke permukaan kulit sehingga meningkatkan risiko iritasi dan peradangan.


    6. Penggunaan Produk Rambut dan Skincare

    Sampo, kondisioner, minyak rambut, hingga produk perawatan kulit tertentu dapat meninggalkan residu di sekitar telinga. Pada sebagian orang, kandungan dalam produk tersebut dapat menyumbat pori-pori atau menimbulkan iritasi yang menyerupai jerawat.


    (Baca juga: Wah! Ini 5 Ciri Jerawat Batu yang Paling Mudah Dikenali)


    Jika jerawat terasa sangat nyeri, membengkak, mengeluarkan nanah, atau tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Terlebih jika benjolan berada di dalam saluran telinga, karena kondisi tersebut belum tentu merupakan jerawat biasa dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.


    (Penulis: Sania Zelikha)