-
Vagina kering merupakan kondisi yang cukup umum dialami perempuan, baik pada usia muda maupun menjelang menopause. Kondisi ini terjadi ketika vagina tidak menghasilkan pelumasan alami yang cukup sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, perih, bahkan nyeri saat berhubungan seksual.
Kekeringan vagina dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon, stres, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga kebiasaan sehari-hari. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup kamu.
Penyebab Vagina Kering yang Perlu Diketahui
- Perubahan hormon estrogen
- Memasuki masa menopause
- Penggunaan produk pembersih vagina
- Efek samping obat-obatan
- Kurangnya rangsangan seksual
- Stress dan kelelahan
Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi vagina kering. Berikut penjelasannya.
6 Cara Mengatasi Vagina Kering dengan Tepat dan Aman
1. Gunakan Pelumas Berbahan Dasar Air
(Berbagai cara mengatasi vagina kering. Foto: Dok. Ivan Babydov/ Pexels)
Salah satu cara paling praktis untuk mengatasi vagina kering adalah menggunakan pelumas atau lubricant. Pilih produk berbahan dasar air karena umumnya lebih ramah untuk jaringan vagina dan mudah dibersihkan.
Pelumas dapat membantu mengurangi gesekan serta rasa nyeri saat berhubungan seksual. Hindari produk yang mengandung pewangi atau bahan tambahan yang berpotensi menyebabkan iritasi.
2. Gunakan Pelembap Khusus Vagina
Selain pelumas, kamu juga bisa menggunakan pelembap khusus vagina atau vaginal moisturizer. Produk ini berbeda dari pelumas karena dirancang untuk membantu menjaga kelembapan vagina dalam jangka waktu lebih lama.
Gunakan sesuai petunjuk pemakaian dan pilih produk yang memang diformulasikan khusus untuk area vagina, bukan pelembap tubuh biasa.
3. Hindari Produk Pembersih dengan Pewangi
(Berbagai cara mengatasi vagina kering. Foto: Dok. Sora Shimazaki/ Pexels)
Penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung pewangi, cairan antiseptik, atau produk pembersih yang terlalu kuat dapat mengganggu keseimbangan alami area intim.
Untuk menjaga kesehatan vagina, cukup bersihkan bagian luar atau vulva menggunakan air dan, jika diperlukan, sabun lembut tanpa pewangi. Hindari membersihkan bagian dalam vagina dengan metode douching.
4. Perhatikan Asupan Nutrisi dan Cairan
Menjaga pola makan seimbang dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.
Kamu bisa mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin, mineral, protein, serta lemak sehat. Pastikan juga kebutuhan air putih tercukupi setiap hari. Meski demikian, belum ada bukti kuat bahwa makanan atau minuman tertentu dapat secara langsung mengatasi kekeringan vagina.
5. Kelola Stres dan Cukupi Waktu Istirahat
(Berbagai cara mengatasi vagina kering. Foto: Dok. Kaboompics/ Pexels)
Stres dapat memengaruhi respons seksual, termasuk gairah dan proses pelumasan alami vagina. Ketika tubuh merasa tegang atau kurang rileks, produksi pelumasan saat berhubungan seksual bisa berkurang.
Cobalah mengelola stres dengan melakukan aktivitas yang kamu sukai, berolahraga ringan, meditasi, serta mencukupi waktu tidur.
6. Konsultasikan dengan Dokter Jika Kondisi Berlanjut
Jika vagina kering terus terjadi, disertai rasa gatal, nyeri, sensasi terbakar, atau perdarahan setelah berhubungan seksual, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.
Dokter dapat membantu mencari penyebabnya dan merekomendasikan penanganan yang sesuai. Pada kondisi tertentu, seperti kekeringan akibat perubahan hormon, dokter mungkin menyarankan terapi estrogen lokal atau pengobatan lainnya sesuai kebutuhan.
(Baca juga: Moms, Ini Cara Ajarkan Anak Merawat Miss V (II-Habis))
Pada dasarnya, vagina kering bukan kondisi yang perlu membuat kamu merasa malu. Dengan mengenali penyebabnya dan melakukan perawatan yang tepat, kesehatan area intim dapat tetap terjaga. Jangan ragu mencari bantuan medis apabila keluhan tidak membaik atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
(Penulis: Sania Zelikha)
-